Pertarungan Ide: Manusia vs AI

Pertarungan Ide: Manusia vs AI

Article
Perkembangan teknologi terutama di bidang digital berkembang begitu pesat. Terhitung sejak pertama kali internet digunakan secara massal di tahun 1990-an. Dalam kurun waktu dua dekade, kemahsyuran perkembangan teknologi telah banyak membantu aktivitas manusia dan ekonomi. Dewasa ini, perusahaan teknologi dan digital kelas dunia tengah mengembangkan Artificial Inteligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurut John Mccarthy, seorang profesor dan ahli komputer asal Stanford University, AI adalah teknologi yang dapat mempelajari data secara cepat dan signifikan. Konsepnya sama seperti cara kerja komputer, namun AI mempunyai kelebihan utama, yaitu tak mengenal lelah dan tak mempunya batas untuk mempelajari data penggunanya. Ada beberapa keunggulan AI, sehingga teknologinya melampaui kecerdasan teknologi komputer biasa. AI memiliki kemampuan untuk melakukan repetitive learning dan belajar dari data pengguna. AI sama halnya seperti anak kecil yang baru belajar, otak AI…
Read More
No Likes, No Pain

No Likes, No Pain

Article
Bulan April 2019 kemarin, pihak Instagram berencana untuk menghilangkan jumlah likes yang terlihat pada sebuah postingan. Tampaknya gagasan tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat beberapa bulan kemarin Instagram juga sempat melakukan uji coba fitur ini di negara-negara seperti Kanada, Brasil, Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, Selandia Baru, dan yang terakhir Amerika Serikat. Sebenarnya, dari mana sih awal rencana ini bergulir? Jika melihat tren belakangan, Instagram telah menjadi rumah dari jutaan kreator konten yang tersebar di berbagai negara. Artinya, ada jutaan pula konten yang diunggah tiap harinya. Namun, semakin ke sini para kreator konten lebih mementingkan jumlah engagement yang didapatkan dari likes dan komentar, sehingga rela membuat konten yang click bait dan nirfaedah demi mencapai engagement. Sinyal inilah yang kemudian ditangkap oleh CEO Instagram, Adam Moseri. Dilansir dari majalah digital…
Read More
Di Balik Kesuksesan Kedai Kopi Kekinian ‘Kopi Lain Hati’

Di Balik Kesuksesan Kedai Kopi Kekinian ‘Kopi Lain Hati’

Article
Belakangan, bisnis kopi kenian makin menjamur. Sambutan yang positif dari publik dan konsumen di Indonesia, utamanya di kota-kota besar digadang-gadang menjadi salah satu alasan maraknya bisnis kopi kekinian. Dari sekian banyaknya brand kopi kekinian, Kopi Lain Hati berhasil mencuri hati para muda-mudi. Lewat slogan ‘Jatuh ke Lain Hati’ dan panggilan ‘Sayang’ kepada para konsumen setianya, Kopi Lain Hati berusaha merebut hati generasi muda para penggemar kopi dan minuman kekinian untuk pindah ke Kopi Lain Hati. Usaha ini nyatanya berhasil. Tercatat semenjak kedai pertama kali berdiri sejak Maret 2018 sampai dengan saat ini, Kopi Lain Hati sudah berhasil menghadirkan 222 cabang. Menurut Deo Cardi Nathanael selaku Manager Marketing Kopi Lain Hati, 222 cabang ini belum ternasuk cabang-cabang lain yang belum dibuka. “Kami sangat bersyukur dengan  minat para konsumen atas kehadiran Kopi…
Read More
#INHANDSTALK 4: Creating Influential Digital Ads

#INHANDSTALK 4: Creating Influential Digital Ads

Article
Seiring berkembangnya zaman, teknik pemasaran dengan mengandalkan digital marketing menjadi semakin sering digunakan oleh pelaku bisnis. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena pengguna internet yang terus bertumbuh pesat, serta perubahan perilaku konsumen yang beralih kepada platform belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Peralihan dari luring (offline) ke sistem daring (online) juga berimbas pada strategi marketing. Pada dasarnya, jika direct marketing lebih menitikberatkan pada strategi door-to-door, maka digital marketing punya cakupan yang lebih luas. Melihat positifnya penjualan online, maka kita harus pintar-pintar putar otak agar strategi digital marketing kita berhasil dilirik oleh pemirsa. Tapi sebelum bicara jauh ke sana, mari mengenal konsep ‘Ads’ atau iklan di platform media sosial dari hulu sampai ke hilir bersama dengan Daniel Sastraamidjaja, seorang praktisi digital marketing yang sudah berpengalaman di bidangnya. Di #InhandsTalk ke-empat…
Read More
“Brand Ambassador, Untung atau Buntung?”

“Brand Ambassador, Untung atau Buntung?”

Article
Konsep mengidolakan hingga membeli hal-hal yang berkaitan dengan mereka-seperti baju yang mereka kenakan, atau cemilan yang biasa dikonsumsi-bukanlah hal baru. Apalagi jika idola yang dimaksud memiliki basis penggemar yang memiliki rentang usia remaja sampai dengan dewasa, dan tersebar di seluruh belahan dunia. Hal itu mungkin yang menjadikan Tokopedia akhirnya membidik boy group asal Korea Selatan, BTS, sebagai brand ambassador-nya, atau Shopee yang sudah lebih dulu menyasar Christiano Ronaldo dan Blackpink sebagai wajah brand-nya. Pesona seorang idola yang memiliki jutaan basis penggemar memang tidak bisa ditolak. Ada beberapa brand yang bahkan diuntungkan karena para idola ini menggunakan brand-nya dalam kesehariannya. Ingat dengan kasus G-Dragon? Meski tidak pernah menyebutkan Vans sebagai merek idolanya, namun G-Dragon yang hobi memakai sepatu Vans Oldskool dengan melipat bagian tumitnya, langsung menjadi perbincangan publik. Dalam waktu sekejap,…
Read More
“Bikin Iklan Pakai Hati”

“Bikin Iklan Pakai Hati”

Article
Disclaimer: Tulisan ini kami buat dalam rangka memperingati bulan Kesehatan Mental yang dirayakan di seluruh dunia. Dari isu kesehatan mental ini, kami belajar bahwa sebuah membuat iklan tidak selalu harus mengedepankan alasan mengapa orang lain harus membeli produk dari sebuah brand. Ada aspek lain yang bisa dipetik dan diaplikasikan agar orang lain juga dapat menangkap pesan dan merasa engage dengan brand yang dimaksud.  --- Jika kami minta kamu untuk sebutkan iklan produk lokal yang memberikan additional value sehingga orang yang lain melihatnya tergerak hatinya untuk menaruh empati, atau bahkan lebih jauh menaruh kepercayaan pada suatu brand hingga menjadi konsumen setia, iklan mana yang terbesit di benakmu? Kami hanya minta tiga iklan saja. Bisakah kamu sebutkan? Menurut ratusan iklan yang diproduksi setiap harinya. hanya beberapa yang memberikan value kepada para masyarakat.…
Read More
Digital Content 101: Menilik Pembuatan Konten dari Hulu Sampai Hilir

Digital Content 101: Menilik Pembuatan Konten dari Hulu Sampai Hilir

Article
Semakin berkembangnya Industri 4.0, semakin bertumbuhnya pula ladang bisnis baru yang berkaitan dengan dunia digital. Hal ini pun berimbas pada dunia hiburan yang makin menunjukan minat pada perkembangan konten digital. Menurut riset yang dilakukan oleh statista.com, pengguna internet dan media sosial didominasi oleh generasi muda di rentang usia Generasi Millennials dan Gen Z merupakan generasi yang paling banyak terkena derasnya arus konten digital ini. Dengan kemudahan mengakses internet, kini tak ada lagi tembok yang membatasi setiap individu untuk berekspresi, menunjukkan kebolehannya masing-masing lewat konten digital dan melalui berbagai platform digital. Pertanyaannya, sebagai content creator, bagaimana caranya kita bisa standing out dan tetap menjadi pusat perhatian, di tengah maraknya konten digital yang semakin banyak menyerbu berbagai platform digital? Jika merujuk rilis yang dikeluarkan oleh YouTube Press, tiap menit ada total 300…
Read More
21 Years and Still Growing Strong!

21 Years and Still Growing Strong!

Article
27 September 2019 menandai 21 tahun kejayaan Google LLC sebagai salah satu perusahaan jasa dan produk Internet terkemuka di dunia. Kelahiran Google sebagai mesin pencari bermula dari sebuah garasi milik Susan Wojcicki yang kini jadi CEO YouTube. Dilansir dari Majalah Forbes, sampai saat ini Google tercatat memiliki total asset sebesar 101 milyar dolar, menyaingi pesaing sejatinya, Apple Corp. Meski bermula sebagai perusahaan yang berfous pada teknologi mesin pencarian, namun Google terus mengembangkan layanan dan produknya ke berbagai bisnis lainnya. Layaknya sebuah brand yang pintar membaca keadaan pasar, Google dengan cepat beradaptasi dan cermat membaca masa depan perkembangan teknologi. Menurut Business Insider, sampai saat ini Google tercatat memiliki 38 jenis produk dan layanan yang bergerak di bidang teknologi informasi. 21 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalani bisnis, namun jika melihat…
Read More
Buru-Buru Berburu Audiens Baru

Buru-Buru Berburu Audiens Baru

Article
Masih ingat dengan kisah KKN di Desa Penari yang sukses viral di Twitter? Atau IG Story mahasiswa UI yang jadi bulan-bulanan warga net karena gaji 8 juta dianggap tak cukup. Jika kamu jeli, sebenarnya momen-momen ini dapat dijadikan kesempatan untuk meraih atensi audiens baru. Menurut Hubspot, marketing adalah proses menarik atensi orang-orang agar tertarik pada produk suatu brand. Marketing berjalan melalui proses riset dan analisa pasar, dan berusaha memahami apa yang menjadi kesukaan audiens. Oleh karenanya, penting bagi brand untuk tetap up to date dengan tren terkini. Memanfaatkan Momen untuk Meraih Atensi Publik Momen mempunyai arti tersendiri di dunia marketing dan humas. Ketika banyak orang yang sedang membicarakan suatu momen, maka momen tersebut akan menjadi trending di berbagai platform media sosial. Hal yang sama terjadi pada momen viralnya kisah ‘KKN…
Read More
Bicara Jujur Lewat Iklan

Bicara Jujur Lewat Iklan

Article
Baru-baru ini jagad dunia hiburan Indonesia dihebohkan dengan claim sepihak seorang sutradara muda yang mengaku bahwa karyanya tembus ajang penghargaan film tertinggi, yaitu Academy Awards. Namun sineas muda tersebut harus menahan malu, lantaran portal berita online Geotimes melakukan ‘investigasi’ mendalam terhadap claim sepihak tersebut. Selanjutnya, seperti yang sudah kita ketahui, apa yang kita dengar dari sutradara “Bali: Beats of Paradise” tersebut hanyalah bualan belaka. Selalu ada hal yang bisa kita petik dari suatu peristiwa. Dari kasus ini misalnya. Kita bisa belajar bahwa branding dan marketing haruslah berkaca dari keunggulan brand kamu seperti, bukannya didasarkan dari pernyataan yang terlalu melebihkan. Kejujuran adalah hal yang paling krusial dalam dunia pemasaran. Dalam paragraf-paragraf selanjutnya, kita akan sama-sama melihat bahwa berkata jujur lewat iklan adalah hal utama yang mesti menjadi prioritas. Mengapa begitu? Simak…
Read More