Buru-Buru Berburu Audiens Baru

Home / Article / Buru-Buru Berburu Audiens Baru

Masih ingat dengan kisah KKN di Desa Penari yang sukses viral di Twitter? Atau IG Story mahasiswa UI yang jadi bulan-bulanan warga net karena gaji 8 juta dianggap tak cukup.

Jika kamu jeli, sebenarnya momen-momen ini dapat dijadikan kesempatan untuk meraih atensi audiens baru. Menurut Hubspot, marketing adalah proses menarik atensi orang-orang agar tertarik pada produk suatu brand. Marketing berjalan melalui proses riset dan analisa pasar, dan berusaha memahami apa yang menjadi kesukaan audiens. Oleh karenanya, penting bagi brand untuk tetap up to date dengan tren terkini.

Memanfaatkan Momen untuk Meraih Atensi Publik

Momen mempunyai arti tersendiri di dunia marketing dan humas. Ketika banyak orang yang sedang membicarakan suatu momen, maka momen tersebut akan menjadi trending di berbagai platform media sosial. Hal yang sama terjadi pada momen viralnya kisah ‘KKN di Desa Penari’ dan ‘#LulusanUI’ di jagad maya. Karena banyaknya orang yang sedang masuk dalam hype tren dan membicarakan momen viral tersebut, para brand pun banyak yang ‘memanfaatkan’ situasi dengan menunjukkan diri demi menaikkan brand awareness. Contohnya, akun Instagram resmi PLN @pln_id mengunggah postingan seperti di bawah ini. Sejak di-post oleh akun @pln_id tanggal 31 Agustus 2019, postingan ini berhasil mendapat 33k likes di Instagram.

https://www.instagram.com/p/B11PQQOp2Ys/

Humas Universitas Indonesia pun mereaksi viralnya tagar #LulusanUI dengan cukup elegan. Alih-alih bersikap diam, akun Instagram @univ_indonesia membagikan rilis yang berisi tentang  data survey mengenai gaji para lulusan UI.

View this post on Instagram

Hai Mahasiswa UI! Tahukah kamu dengan menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi membuka banyak peluang dan kesempatan kamu untuk bisa mengeksplor potensi, bakat dan minat serta membuka jaringan yang luas dengan teman-temanmu semasa berkuliah. Untuk dapat bersaing di dunia professional, bukan hanya memerlukan kemampuan akademik yang tinggi, namun juga keahlian dan karakter yang baik. Untuk pengembangan karir dan softskill mahasiswa serta alumni, UI memiliki Career Development Center (CDC). Berbagai program menarik bisa kamu ikuti untuk membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi dunia professional. Ada informasi magang, lowongan pekerjaan, pelatihan softskill, serta pelatihan pengembangan karir. CDC UI secara rutin juga melakukan tracer study. Mau tau faktanya tracer study tentang #lulusanUI tahun 2018? Silakan geser gambarnya ya.. Untuk selanjutnya kamu bisa cek infonya di website cdc.ui.ac.id atau follow IG @cdc.ui #gaji8juta #lulusanUI

A post shared by Universitas Indonesia (@univ_indonesia) on

Memanfaatkan momen berbanding lurus dengan meningkatkan brand awareness. Hal ini diamini oleh para pelaku pasar yang cenderung suka melakukan promosi produk ketika sesuatu yang sedang hype atau viral terjadi. Mc Donalds dan KFC Indonesia menjadi contoh sempurna untuk menggambarkan fenomena ini. Ketika film Gundala rilis, Mc Donalds dan KFC Indonesia sama-sama mengeluarkan poster yang mempromosikan produk baru mereka dalam nuansa ala Gundala.

Dalam istilah marketing, memanfaatkan momen seperti ini punya terminologi sendiri, yaitu moment marketing. Tak ada definisi ilmiah yang bisa secara baku menjelaskan ‘moment marketing’, namun moment marketing punya arti penting bagi brand untuk menunjukkan eksistensi dan untuk mendapatkan engagement rate setinggi-tingginya.

Strategi Moment Marketing Maha Ampuh

Tidak semua momen dapat dijadikan moment marketing yang ampuh untuk brand kamu. Meskipun arketing berbicara banyak tentang waktu, artinya siapa yang lebih dulu memanfaatkan momen maka dialah yang menang, namun kamu juga perlu memilah mana momen yang tepat untuk digunakan.

Ada beberapa poin sebenarnya yang bisa kamu perhatikan, di antaranya sebagai berikut:

  • Pastikan brand kamu viral di jalan yang baik. Tak ada yang bisa memastikan apakah konten yang kamu buat akan menjadi viral. Namun, tidak salahnya untuk selalu berhati-hati dalam mengolah kata dan visual yang akan disajikan ke audiens. Perihal poin ini, Humas Grab bisa menjadi contoh yang baik. Masih ingat dengan pers release Garuda Indonesia yang melarang penumpangnya untuk menggambil foto di dalam pesawat. Rilis ini malah menjadi boomerang bagi Garuda dan menjadapat reaksi negatif dari warga net. Menanggapi rilis tersebut, Grab Indonesia pun memposting rilis bernada lucu. Strategi ini berhasil sampai-sampai viral di Twitter dan mendapatkan engagement rate yang tinggi. Tingginya engagement rate dapat menjadi acuan bahwa brand kamu sudah berhasil mencuri perhatian audiens.

  • Sesuaikan dengan tone dan identitas brand kamu. Hal ini cukup esensial. Jika memang brand kamu sudah terbiasa dengan tone yang elegan dan produknya memang ditujukan untuk kalangan tertentu, atau target audiensnya terbatas pada rentang umur tertentu , maka kemungkinan besar konten-konten moment marketing tidak cocok untuk feed di media sosial brand-mu. Tidak apa-apa, jika memang tidak pas, kamu tidak perlu memaksakan diri.

Memanfaatkan Momen Tanpa Adanya Momen

Terkadang moment marketing tidak harus selalu menunggu adanya momen viral. Kamu bisa mencontoh Gojek untuk menjemput bola. Masih segar di ingatan tentang kolaborasi Rich Brian dengan Gojek. Awalnya, banyak warga net yang mengira bahwa interaksi Rich Brian dengan Gojek adalah interaksi organik. Namun beberapa hari kemudian, saat Gojek mengumumkan Rich Brian sebagai salah satu ikon brand tersebut, netizen langsung berspekulasi bahwa interaksi antar keduanya sudah direncanakan sebelumnya.

Meski ketahuan tidak organik, namun strategi marketing Gojek tersebut tetap mendapat perhatian dan reaksi positif di internet. Banyak yang memuji bahwa langkah Gojek untuk menggandeng Rich Brian adalah langkah cerdas untuk membawa brand lokal mengglobal.

Kami tidak lelah untuk selalu mengingatkan bahwa viral bukanlah suatu patokan bahwa brand kamu akan berhasil, namun menciptakan konten yang reaktif terhadap suatu momen dapat menjadi jalan agar brand kamu mendapatkan awareness. Singkatnya, brand awareness dapat meningkatkan engagement rate. Ketika engagement rate yang tinggi sudah tercapai, maka itu berarti kamu sudah berhasil mencuri hati para audiens. Dan ketika kamu berhasil mencuri hati para audiens, maka produk brand-mu akan lebih mudah diterima oleh publik.

 

 

Artikel ini diolah dari berbagai sumber berikut:

https://blog.hubspot.com/marketing/what-is-marketing

https://www.eventmanagerblog.com/how-to-use-moment-marketing

http://dewina-journal.foutap.com/riding-the-moment-part-of-marketing-strategy/

https://bisnis.tempo.co/read/1225299/garuda-imbau-penumpang-tak-foto-di-pesawat-grab-malah-sebaliknya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + ten =